Sekolah di Indonesia Terapkan Metode Belajar Hybrid
- Feb 07, 2026
- Bebe
- Edukasi, Pendidikan
Jakarta, 2025 — Sejumlah sekolah di Indonesia kini mulai menerapkan metode belajar hybrid, yaitu gabungan antara pembelajaran tatap muka di kelas dan pembelajaran daring melalui platform digital. Sistem ini bertujuan memberikan fleksibilitas bagi siswa dan mendukung proses belajar yang lebih interaktif.
Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Jakarta, Dewi Lestari, menjelaskan, “Metode hybrid memungkinkan guru mengombinasikan pembelajaran konvensional dengan teknologi. Siswa bisa belajar mandiri melalui modul digital, sementara sesi tatap muka tetap digunakan untuk diskusi, praktik, dan penguatan materi.”
Metode ini juga memanfaatkan platform digital populer seperti Google Classroom, Zoom, dan aplikasi pembelajaran berbasis video. Guru dapat memberikan materi, kuis, dan tugas secara online, sementara siswa bisa menonton video pembelajaran, mengerjakan proyek, dan berinteraksi dengan teman sekelas kapan saja.
Selain fleksibilitas, metode hybrid dinilai efektif meningkatkan kreativitas dan kemandirian siswa. Banyak sekolah melaporkan bahwa siswa lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan menghasilkan proyek berbasis teknologi dibanding metode konvensional.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendukung implementasi hybrid, terutama di sekolah menengah, dengan menyediakan pelatihan guru dan infrastruktur digital. Hal ini diharapkan membantu menciptakan generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global.