Revolusi Pertanian Modern Dusun Sariasri: Mahasiswa KKN UNMER Malang Transformasi Greenhouse Tradisional Menjadi Pusat Pangan Multi-Varietas

  • Feb 10, 2026
  • Bebe
  • Sosial Masyarakat, Pendidikan, KKN

MALANG – Di tengah persawahan Dusun Sariasri yang hijau, sebuah greenhouse tengah menjadi saksi perubahan besar. Di mana, dulu hanya menampung 50 polybag kangkung, kini bertransformasi menjadi pusat produksi sayuran multi-varietas berteknologi lengkap dengan sistem hidroponik dan penyiraman otomatis. Program optimalisasi greenhouse di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir ini mengusung dua inovasi utama yang saling melengkapi. Pertama, sistem hidroponik dengan metode Deep Flow Technique (DFT) yang memungkinkan tanaman tumbuh tanpa media tanah, lebih higienis dan efisien. Kedua, sistem penyiraman otomatis berbasis Real Time Clock (RTC) yang mengatur jadwal pengairan secara presisi.

Program ini lahir sebagai jawaban atas empat permasalahan mendesak yang dihadapi petani lokal. Pertama, ketidaksiapan petani mengadopsi teknologi pertanian modern di tengah tuntutan zaman. Kedua, produktivitas greenhouse yang rendah akibat pemanfaatan yang tidak optimal. Ketiga, penyiraman konvensional yang mengakibatkan boros air dan tenaga kerja. Keempat, kurangnya diversifikasi tanaman yang membatasi daya saing di pasar. Keempat tantangan tersebut dapat berpotensi menghambat peluang kemajuan sistem pertanian di wilayah Dusun Sariasri, yang mana memiliki posisi strategis sebagai penyangga pangan di perbatasan kota Malang.

 

Kapasitas greenhouse melonjak drastis dari 50 polybag tanaman tunggal menjadi 500 bibit dengan enam varietas berbeda, seperti selada, kangkung, bayam, cabai, terong, dan tomat. Efisiensi penggunaan air meningkat hingga 35-40% dengan memanfaatkan irigasi persawahan. Angka tersebut bukan hanya soal penghematan, tetapi juga bukti keberlanjutan sistem yang dibangun. Greenhouse Sri Rejeki 1 kini dapat beroperasi dengan sistem ganda yang menggunakan media hidroponik dan media tanah, sehingga memperkecil risiko kegagalan panen. Penyiraman otomatis juga mempermudah petani untuk fokus pada aktivitas produktif lainnya, sementara diversifikasi tanaman membuka akses pasar yang lebih luas. Kelompok Tani Sri Rejeki 1 bertransformasi dari konsep pertanian subsisten menuju pertanian komersial berbasis teknologi.

"Kelompok tani kini memiliki kepercayaan diri untuk mengelola rantai pasok pangan secara mandiri. Transformasi signifikan terlihat dari penggunaan media tanam konvensional yang kini bertambah dengan sistem hidroponik modern dengan teknologi penyiraman otomatis," jelas Resalva selaku anggota tim KKN Kelompok 28.

Transformasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-2 tentang Zero Hunger yang berfokus pada ketahanan pangan, serta poin ke-9 mengenai Industry, Innovation and Infrastructure yang mendorong penerapan teknologi pertanian modern.

Greenhouse yang berlokasi di Jl. Permata Asri, RT 04 RW 05, Dusun Sariasri ini kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi. Lebih dari itu, fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran pertanian modern bagi petani dari daerah lain yang menghadapi tantangan serupa. Tim KKN Kelompok 28 sukses menggelar Outing Class bersama siswa kelas 4 dan 5 SDN 4 Sitirejo, memperkenalkan teknologi pertanian kepada calon petani masa depan.

 

“Outing Class yang telah diselenggarakan memiliki manfaat yang besar untuk siswa dan juga kami para guru, terutama terkait pemberlajaran yang dilakukan di luar kelas. Disana anak anak juga diajari untuk menanam dan melakukan  proses – proses yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. Harapan kedepannya untuk greenhouse agar bisa lebih dikembangkan dan dijadikan media pembelajaran bersama,” ujar Ibu Anis selaku guru SDN 4 Sitirejo.

Program ini membuktikan bahwa inovasi pertanian tidak selalu memerlukan investasi besar. Kreativitas, kolaborasi, dan komitmen merupakan kunci untuk melakukan perubahan. Ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan kebijaksanaan lokal, ketika teknologi berpadu dengan kearifan petani, di situlah ketahanan pangan sejati terbangun. Kolaborasi ini terbukti efektif dalam transfer teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan karakteristik wilayah yang berbatasan langsung dengan area perkotaan namun masih memiliki lahan produktif, Dusun Sariasri memiliki potensi besar menjadi model ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah perbatasan kota. Keberhasilan di sini membuka peluang replikasi di desa-desa lain, terutama dengan dukungan kebijakan perlindungan lahan pertanian dan akses permodalan yang memadai.