Judul: KPR Murah, Biaya Lain Membengkak: Kenali Biaya Tersembunyi

  • Aug 13, 2025
  • Lion Wahyu
  • Edukasi, Informasi

Judul: KPR Murah, Biaya Lain Membengkak: Kenali Biaya Tersembunyi
Tangerang, 9 Juli 2025
Iklan-iklan KPR dengan embel-embel “DP ringan” dan “angsuran terjangkau” semakin marak. Namun di balik kemudahan yang ditawarkan, banyak masyarakat tidak menyadari adanya biaya-biaya tersembunyi yang justru bisa membebani keuangan lebih dari yang diperkirakan. KPR murah bisa jadi menyesatkan jika hanya dilihat dari cicilan per bulan.

“KPR bukan hanya soal cicilan. Ada banyak biaya lain yang wajib diketahui agar tidak terkejut saat proses berjalan,” ungkap Denny Ardiansyah, CFP®, konsultan keuangan dari Cerdas Finansial Institute, dalam forum edukasi publik bertajuk “Telanjang Biaya KPR” di Tangerang, Selasa (9/7).

Di Balik Cicilan Ringan, Ada Tumpukan Biaya

Masyarakat cenderung fokus pada besaran cicilan bulanan tanpa mempertimbangkan total biaya keseluruhan dalam proses KPR, yang dalam jangka panjang bisa sangat besar. Berikut beberapa biaya tersembunyi yang sering diabaikan:

  1. Biaya Provisi – Potongan dari jumlah pinjaman (umumnya 1%).

  2. Biaya Administrasi Bank – Bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

  3. Asuransi Jiwa & Kebakaran – Wajib dalam skema KPR, dan dibayar di awal atau dicicil.

  4. Biaya Notaris & AJB (Akta Jual Beli) – Biaya legalitas yang tidak murah.

  5. BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) – 5% dari nilai NJOP dikurangi batas tertentu.

  6. Pajak, Iuran Lingkungan, Perawatan Rumah – Biaya bulanan/tahunan yang terus berjalan.

“Semua biaya ini bisa menambah puluhan juta rupiah dari biaya awal. Kalau tidak dipersiapkan, bisa-bisa gagal akad,” kata Denny.

Contoh Kasus: Kaget di Meja Notaris

Rina (29), karyawan swasta di Tangerang, mengaku nyaris batal membeli rumah karena terkejut dengan biaya tambahan.
“Saya pikir cukup bayar DP dan cicilan. Ternyata harus siapkan tambahan belasan juta untuk notaris, pajak, dan asuransi. Saya sampai pinjam uang ke keluarga,” tuturnya.

Tips Hindari Jebakan KPR “Murah”

Agar tidak terjebak dengan janji KPR yang tampak ringan, masyarakat disarankan untuk:

  • Minta simulasi biaya total dari bank secara tertulis.

  • Tanyakan secara rinci seluruh biaya yang muncul di luar cicilan.

  • Siapkan dana cadangan minimal 10%–15% dari harga rumah.

  • Bandingkan penawaran dari beberapa bank.

  • Gunakan jasa notaris independen agar tidak tergantung developer.

Penutup

KPR murah bukan berarti murah secara keseluruhan. Banyak biaya tersembunyi yang bisa membuat proses kepemilikan rumah jauh lebih mahal dari yang dikira. Maka, bijak sebelum akad adalah kunci utama agar tidak menyesal di kemudian hari. Pastikan semua biaya dihitung dan dipahami, bukan hanya cicilannya saja.