Harga BBM Pengaruhi Aktivitas Warga Malang

  • Mar 07, 2026
  • Aqilah Khalilah
  • Sosial Masyarakat, Informasi

MalangKenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali dirasakan dampaknya oleh warga Kota Malang. Perubahan harga yang terjadi beberapa waktu terakhir memberi pengaruh pada berbagai aktivitas masyarakat, terutama yang berkaitan dengan transportasi dan biaya hidup sehari-hari.

Sejumlah warga mengeluhkan meningkatnya biaya transportasi akibat harga BBM yang lebih tinggi. Pengendara sepeda motor dan mobil pribadi mengaku harus menghitung ulang anggaran bahan bakar mereka, terutama bagi yang melakukan perjalanan jauh atau beraktivitas setiap hari.

“Sebelum naik BBM saya bisa isi tangki dua kali seminggu. Sekarang mesti isi tiga kali dan hasilnya lebih cepat habis,” ujar seorang pekerja swasta yang tiap hari berkendara dari wilayah Gadang menuju pusat kota.

Dampak lain dirasakan oleh pelaku angkutan umum dan ojek online, di mana ongkos perjalanan pun mengalami penyesuaian. Sopir angkot dan driver ojek daring menyatakan bahwa kenaikan harga BBM membuat biaya operasional meningkat, sehingga sebagian layanan terpaksa menaikkan tarif demi menutup biaya operasional mereka.

Selain itu, sejumlah pelaku UMKM di Malang merasakan dampaknya pada biaya distribusi barang. Biaya pengiriman bahan baku dan pengantaran produk ke konsumen menjadi lebih mahal, sehingga pada beberapa kasus harga jual ikut menyesuaikan.

Pakar ekonomi lokal menyatakan bahwa fluktuasi harga energi seperti BBM memang memiliki efek berantai pada perekonomian masyarakat. Mereka mendorong warga untuk mengoptimalkan penggunaan transportasi umum, serta memanfaatkan teknologi seperti bagi kendaraan (carpooling) dan rute hemat energi.

Pemerintah Kota Malang melalui dinas terkait juga menghimbau masyarakat untuk mengatur ulang anggaran rumah tangga dan memaksimalkan efisiensi energi, seperti rutin melakukan servis kendaraan agar konsumsi BBM lebih hemat. Selain itu, dorongan penggunaan transportasi ramah lingkungan juga terus digaungkan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Dengan berbagai upaya adaptasi, diharapkan warga Malang dapat menghadapi dampak kenaikan harga BBM tanpa mengorbankan kebutuhan pokok dan kualitas hidup mereka.