Fisioterapi untuk Tendinitis: Menangani Peradangan Tendon seperti Achilles dengan Pendekatan Tepat
- Jan 01, 2026
- Adhe
- Kesehatan
Jakarta, 8 Juli 2025 — Nyeri yang terasa menusuk atau seperti tertarik di sekitar sendi, terutama saat bergerak atau beraktivitas, bisa jadi merupakan gejala dari tendinitis — yaitu peradangan pada tendon. Tendon adalah jaringan kuat yang menghubungkan otot ke tulang. Ketika tendon mengalami stres berulang atau cedera mikro yang tidak pulih sempurna, terjadilah peradangan yang dikenal sebagai tendinitis.
Salah satu bentuk tendinitis yang paling sering ditemui adalah tendinitis Achilles, yang menyerang tendon terbesar di tubuh manusia dan terletak di belakang pergelangan kaki. Fisioterapi berperan penting dalam menangani kondisi ini, tidak hanya untuk mengurangi nyeri dan peradangan, tapi juga untuk memulihkan kekuatan dan mencegah kekambuhan.
Apa Itu Tendinitis?
Tendinitis terjadi ketika tendon mengalami iritasi atau peradangan karena:
-
Penggunaan berlebihan (overuse), seperti lari berlebihan atau olahraga intens
-
Cedera akibat gerakan mendadak
-
Postur tubuh atau biomekanik yang salah
-
Kurangnya pemanasan sebelum berolahraga
-
Penuaan atau degenerasi tendon
Lokasi yang paling sering mengalami tendinitis antara lain:
-
Achilles tendon (tumit)
-
Rotator cuff (bahu)
-
Tendon patella (lutut)
-
Tendon pergelangan tangan dan siku, seperti pada tenis elbow
“Tendinitis bukan hanya peradangan biasa. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa berkembang menjadi tendinosis — kerusakan jaringan tendon yang lebih kronis,” jelas Rika Sasmita, S.Ft., fisioterapis spesialis olahraga.
Penanganan Fisioterapi untuk Tendinitis
Pendekatan fisioterapi untuk tendinitis dilakukan bertahap, dengan penyesuaian sesuai tingkat keparahan dan lokasi tendon yang terlibat.
1. Fase Akut: Mengurangi Nyeri dan Peradangan
-
Istirahat relatif: menghindari aktivitas yang memperberat nyeri
-
Modalitas fisik: seperti kompres es, TENS (electrotherapy), ultrasound, atau laser terapi rendah
-
Strapping atau taping: untuk mendukung dan mengurangi beban pada tendon
2. Fase Pemulihan: Memperbaiki Gerak dan Fungsi
-
Latihan peregangan ringan untuk otot-otot sekitar tendon
-
Latihan penguatan eksentrik (terutama untuk tendinitis Achilles), yang terbukti secara ilmiah membantu penyembuhan tendon lebih cepat
-
Latihan propriosepsi dan koordinasi gerak untuk mencegah cedera ulang
3. Fase Kembali ke Aktivitas
-
Latihan fungsional untuk mengembalikan performa harian atau olahraga
-
Evaluasi teknik gerak saat olahraga (running gait analysis, teknik lompat, dsb.)
-
Edukasi penggunaan alas kaki yang sesuai dan ergonomi aktivitas
Manfaat Fisioterapi dalam Penanganan Tendinitis
-
Mengurangi nyeri dan bengkak tanpa obat-obatan jangka panjang
-
Memperbaiki fleksibilitas dan kekuatan otot-tendon
-
Mencegah perubahan struktural permanen pada tendon
-
Memulihkan performa fisik secara aman
-
Memberikan edukasi pencegahan yang berkelanjutan
Penutup
Tendinitis, meski terdengar ringan, dapat menjadi masalah jangka panjang bila diabaikan. Dengan penanganan fisioterapi yang menyeluruh dan berbasis bukti — mulai dari modalitas fisik, latihan eksentrik, hingga edukasi biomekanik — pasien bisa pulih optimal dan kembali beraktivitas tanpa nyeri. Fisioterapi bukan hanya menyembuhkan, tapi juga menjaga tendon tetap sehat untuk jangka panjang.