Fisioterapi untuk Bursitis: Atasi Peradangan Sendi Tanpa Obat Jangka Panjang
- Jan 08, 2026
- Adhe
- Kesehatan
Jakarta, 8 Juli 2025 — Bagi banyak orang, nyeri sendi yang tiba-tiba muncul saat mengangkat lengan, duduk lama, atau bahkan saat tidur mungkin disebabkan oleh bursitis — peradangan pada kantung kecil berisi cairan (bursa) yang berfungsi mengurangi gesekan antar jaringan di sendi. Meski terdengar sederhana, bursitis dapat menghambat aktivitas harian dan menyebabkan nyeri yang menetap jika tidak ditangani secara tepat.
Bersamaan dengan pengobatan medis, fisioterapi menjadi pendekatan penting untuk membantu pemulihan fungsi sendi, mengurangi nyeri, dan mencegah kekambuhan, tanpa bergantung terus-menerus pada obat antiinflamasi.
Apa Itu Bursitis?
Bursa adalah kantung kecil berisi cairan sinovial yang berada di sekitar sendi, seperti di bahu, pinggul, lutut, siku, dan tumit. Ketika terjadi gesekan berlebihan atau tekanan berulang, bursa bisa mengalami iritasi dan meradang — kondisi ini disebut bursitis.
Penyebab umum bursitis antara lain:
-
Gerakan repetitif (seperti mengangkat beban atau mengetik terlalu lama)
-
Trauma langsung pada sendi
-
Postur tubuh yang buruk
-
Infeksi atau penyakit sistemik seperti gout atau rheumatoid arthritis
-
Usia lanjut dan degenerasi jaringan
Jenis bursitis yang umum meliputi:
-
Subacromial bursitis di bahu
-
Trochanteric bursitis di pinggul
-
Prepatellar bursitis di lutut
-
Olecranon bursitis di siku
“Pasien dengan bursitis biasanya datang dengan keluhan nyeri tumpul yang memburuk saat sendi digerakkan. Fisioterapi bisa menjadi solusi jangka panjang tanpa efek samping obat,” jelas Bayu Arifin, S.Ft., fisioterapis klinis di Surabaya.
Peran Fisioterapi dalam Penanganan Bursitis
Penanganan fisioterapi untuk bursitis difokuskan pada:
-
Mengurangi nyeri dan inflamasi
-
Mengembalikan rentang gerak sendi
-
Mengoreksi faktor penyebab seperti postur atau teknik gerak
-
Meningkatkan kekuatan otot penyangga sendi
Tahapan Intervensi Fisioterapi
1. Fase Akut
-
Istirahat dan penghindaran aktivitas yang memicu nyeri
-
Modalitas fisik seperti:
-
Kompres es untuk meredakan peradangan
-
TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) untuk mengurangi nyeri
-
Ultrasound untuk mempercepat penyembuhan jaringan
-
2. Fase Subakut
-
Latihan ROM (range of motion) aktif dan pasif untuk mencegah kekakuan
-
Latihan peregangan ringan untuk meningkatkan fleksibilitas otot sekitar sendi
-
Mobilisasi sendi jika terjadi keterbatasan gerak
3. Fase Pemulihan dan Pencegahan Kekambuhan
-
Latihan penguatan otot lokal dan stabilisator sendi
-
Koreksi teknik gerakan (ergonomi saat bekerja, olahraga, dan aktivitas sehari-hari)
-
Edukasi postur tubuh dan pencegahan cedera berulang
Manfaat Fisioterapi untuk Bursitis
-
Mengurangi rasa sakit tanpa ketergantungan obat
-
Mengembalikan fungsi dan mobilitas sendi
-
Mencegah perubahan struktural akibat imobilitas
-
Mengurangi risiko bursitis kambuh di masa depan
-
Menyesuaikan program terapi secara personal dan progresif
Penutup
Bursitis adalah peradangan yang bisa dicegah dan ditangani dengan efektif melalui fisioterapi. Kombinasi terapi manual, latihan fungsional, dan edukasi pasien memungkinkan pemulihan optimal sekaligus mengurangi risiko kekambuhan. Jika Anda mengalami nyeri sendi yang tak kunjung membaik, konsultasi dengan fisioterapis bisa menjadi langkah awal untuk hidup tanpa nyeri.