Fisioterapi Jadi Andalan Pemulihan Golfers Elbow, Cedera Akibat Gerakan Berulang

  • Jan 09, 2026
  • Adhe
  • Kesehatan

Jakarta, 9 Juli 2025Golfers elbow, atau medial epicondylitis, merupakan kondisi nyeri dan peradangan pada tendon otot lengan bawah yang menempel di sisi dalam siku. Meski namanya berkaitan dengan olahraga golf, kondisi ini juga kerap dialami oleh pekerja kantoran, buruh, teknisi, hingga ibu rumah tangga—siapa pun yang sering melakukan gerakan menggenggam atau memutar pergelangan tangan secara berulang.

Penderita golfers elbow biasanya mengeluhkan rasa nyeri atau panas di bagian dalam siku, yang bisa menjalar hingga ke lengan bawah dan pergelangan tangan. Aktivitas seperti menggenggam benda, mengangkat beban ringan, atau sekadar berjabat tangan pun bisa memicu rasa sakit. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memburuk dan menyebabkan keterbatasan fungsi tangan.

Di tengah meningkatnya kasus cedera akibat aktivitas berulang, fisioterapi muncul sebagai solusi utama dalam pemulihan golfers elbow secara non-operatif. Terapi ini difokuskan pada pengurangan nyeri, pemulihan jaringan tendon, dan penguatan otot secara bertahap.

“Golfers elbow termasuk cedera overuse, dan penanganan terbaiknya adalah dengan fisioterapi yang terstruktur. Tujuannya agar tendon yang mengalami peradangan bisa pulih tanpa perlu tindakan invasif,” jelas Rendra Saputra, S.Ft., fisioterapis olahraga dari Klinik Rehab Motion, Jakarta.

Pendekatan fisioterapi pada golfers elbow dilakukan secara bertahap, tergantung pada fase dan tingkat keparahan nyeri. Pada fase akut, intervensi awal meliputi penggunaan es, teknik kompresi, ultrasound, serta TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Di fase ini, pasien juga disarankan untuk mengistirahatkan lengan dan menghindari aktivitas yang memicu keluhan.

Setelah gejala akut mereda, fisioterapis akan memandu pasien melakukan latihan penguatan otot fleksor pergelangan tangan dan pronator lengan bawah. Salah satu latihan yang umum digunakan adalah latihan eksentrik, yang terbukti mempercepat penyembuhan tendon. Selain itu, latihan peregangan otot-otot lengan bawah juga diberikan untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi ketegangan otot yang berlebihan.

“Latihan harus dilakukan secara bertahap dan konsisten. Bila dilakukan dengan benar, pasien biasanya menunjukkan kemajuan signifikan dalam waktu 6–8 minggu,” tambah Rendra.

Selain latihan fisik, edukasi mengenai postur kerja dan teknik ergonomis menjadi bagian penting dalam terapi. Pasien diajarkan untuk mengatur posisi tangan saat mengetik, menggunakan alat bantu jika diperlukan, dan mengatur waktu istirahat di tengah aktivitas.

Data dari American Academy of Orthopaedic Surgeons menyebutkan bahwa golfers elbow memengaruhi sekitar 0,4–1% populasi setiap tahunnya, dengan angka kejadian lebih tinggi pada mereka yang bekerja dengan tangan secara intensif. Di Indonesia, meskipun jumlah pastinya belum tercatat secara nasional, klinik-klinik fisioterapi melaporkan tren peningkatan kasus yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir.

Fisioterapi telah terbukti efektif mencegah kebutuhan akan tindakan bedah pada mayoritas kasus golfers elbow. Dengan pendekatan holistik, fisioterapis tidak hanya membantu pemulihan, tetapi juga mencegah kekambuhan di masa depan.

“Golfers elbow bukan sekadar cedera olahraga. Dengan fisioterapi yang tepat, pasien bisa kembali beraktivitas tanpa nyeri dan lebih sadar menjaga kesehatan sendi tangan,” pungkas Rendra.