Bukan Semua Orang Harus Punya Rumah Lewat KPR
- Aug 13, 2025
- Lion Wahyu
- Edukasi, Informasi
Bukan Semua Orang Harus Punya Rumah Lewat KPR
Bekasi, 9 Juli 2025 –
Di tengah gempuran iklan properti dan dorongan sosial untuk segera “punya rumah sendiri”, banyak orang merasa tertekan untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Padahal kenyataannya, memiliki rumah lewat KPR bukanlah keharusan, apalagi jika kondisi keuangan dan kebutuhan belum mendukung.
“Narasi bahwa semua orang harus segera ambil KPR adalah keliru. KPR itu alat, bukan tujuan. Dan alat ini tidak cocok untuk semua orang,” tegas Tasya Indriani, CFP®, konsultan finansial dari Lentera Uang Institute, dalam seminar literasi keuangan di Bekasi, Selasa (9/7).
Realita: Banyak yang Terjebak KPR Tanpa Persiapan
Fakta di lapangan menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mengambil KPR hanya karena ikut-ikutan, tanpa pertimbangan jangka panjang. Hasilnya, mereka harus menjalani hidup dengan tekanan cicilan yang menguras setengah dari penghasilan bulanan, tanpa ruang untuk menabung atau berinvestasi.
“Saya ambil KPR karena teman kantor semua sudah ambil. Sekarang, gaji saya habis untuk bayar cicilan dan biaya hidup seadanya,” keluh Hendra (31), seorang karyawan swasta di Tambun, Bekasi.
Tidak Punya Rumah ≠ Gagal
Masih banyak yang menganggap bahwa menyewa rumah berarti belum sukses atau “gagal mapan”. Padahal, menyewa bisa menjadi pilihan strategis dan rasional, terutama bagi mereka yang:
-
Belum punya penghasilan tetap
-
Belum memiliki dana darurat
-
Masih berpindah tempat kerja atau kota
-
Lebih fokus membangun aset dan investasi lain
“Lebih baik menyewa dengan tenang daripada punya rumah dengan KPR tapi hidup tertekan selama puluhan tahun,” ujar Tasya.
KPR: Cocok untuk Siapa?
KPR sebaiknya hanya diambil oleh mereka yang:
-
Memiliki penghasilan stabil dan cukup
-
Sudah punya dana darurat minimal 6 bulan pengeluaran
-
Paham seluruh skema KPR, termasuk risiko bunga naik
-
Siap tinggal lama di satu lokasi
-
Telah memperhitungkan semua biaya tambahan seperti asuransi, PPN, notaris, hingga perawatan rumah
Narasi Baru: Rumah Itu Pilihan, Bukan Kewajiban
Para pakar sepakat bahwa saat ini perlu dibangun ulang narasi publik soal kepemilikan rumah. Rumah bukan tolok ukur keberhasilan, apalagi jika harus didapat dengan mengorbankan kesehatan mental dan finansial.
“Kita harus berhenti menganggap rumah adalah satu-satunya pencapaian hidup. Pencapaian sejati adalah hidup yang stabil, bebas tekanan utang, dan bisa berkembang,” jelas Tasya.
Penutup
Tidak semua orang harus punya rumah lewat KPR. Menyewa, menabung, atau berinvestasi untuk membeli rumah secara tunai adalah pilihan yang sah dan sering kali lebih bijak. Yang penting bukan soal punya rumah sekarang atau nanti, tapi bagaimana mencapainya dengan tenang, aman, dan sesuai kondisi pribadi.