Banyak Sopir Angkot di Malang Protes Persaingan Transportasi Online

  • Feb 02, 2026
  • Aqilah Khalilah
  • Sosial Masyarakat, Informasi

Malang — Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang menyuarakan protes terhadap maraknya transportasi online seperti Grab yang dinilai berdampak pada penurunan pendapatan mereka. Persaingan di era transportasi digital disebut semakin berat bagi angkot konvensional.

Para sopir mengeluhkan berkurangnya jumlah penumpang sejak layanan transportasi berbasis aplikasi semakin diminati masyarakat. Kemudahan pemesanan, tarif yang dianggap lebih pasti, serta kenyamanan layanan online menjadi alasan utama warga beralih dari angkot ke transportasi digital.

“Kami sekarang sulit mendapatkan penumpang. Dalam sehari, hasilnya jauh menurun dibandingkan dulu,” ujar salah satu sopir angkot di Malang. Kondisi tersebut dinilai mengancam keberlangsungan mata pencaharian para pengemudi angkot.

Di sisi lain, masyarakat menilai kehadiran transportasi online merupakan bagian dari perkembangan zaman yang sulit dihindari. Namun, sebagian warga berharap pemerintah dapat menciptakan kebijakan yang adil bagi semua moda transportasi.

Pemerhati transportasi menilai perlu adanya penataan ulang sistem transportasi publik di Malang. Modernisasi angkot, peningkatan kenyamanan, serta integrasi dengan transportasi digital disebut sebagai solusi agar angkot tetap mampu bersaing.

Pemerintah Kota Malang diharapkan dapat menjadi penengah melalui dialog antara sopir angkot dan penyedia transportasi online. Kebijakan yang berpihak pada keadilan, keberlanjutan, dan kepentingan masyarakat luas dinilai penting agar konflik serupa tidak terus berulang.

Dengan penanganan yang tepat, persaingan antara angkot dan transportasi online diharapkan dapat berjalan sehat, sekaligus menjaga kesejahteraan para pengemudi di tengah perubahan era transportasi.