Apa Itu Multiple Sclerosis?
- Nov 03, 2025
- Adisty
- Edukasi, Kesehatan
Apa Itu Multiple Sclerosis?
Multiple Sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun kronis yang menyerang sistem saraf pusat, termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang mielin—lapisan pelindung serabut saraf—yang menyebabkan gangguan pada komunikasi antar sel saraf. Dampaknya bisa sangat luas, mulai dari kelemahan otot, gangguan penglihatan, nyeri, hingga kehilangan koordinasi tubuh.
Dari sudut pandang fisioterapi, MS bukan hanya persoalan saraf, melainkan juga menyangkut fungsi gerak, kekuatan otot, keseimbangan, dan kemandirian aktivitas harian pasien. Oleh karena itu, fisioterapis berperan penting dalam membantu pasien mempertahankan kualitas hidupnya.
“MS itu penyakit yang tak kasat mata, tapi efeknya nyata. Pasien bisa tampak sehat, namun merasa sangat lelah, sulit mengatur gerak tubuh, atau mengalami spasme otot yang menyakitkan,” ungkap Nur Aulia, S.Ftr, fisioterapis klinis.
Gejala dan Tipe Multiple Sclerosis
Gejala MS sangat bervariasi tergantung bagian sistem saraf mana yang terdampak. Beberapa gejala umum meliputi:
-
Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh
-
Gangguan koordinasi dan keseimbangan
-
Tremor atau spasme otot
-
Penglihatan kabur atau ganda
-
Kelelahan ekstrem
-
Kesulitan berjalan atau berbicara
MS terbagi menjadi beberapa tipe, antara lain:
-
Relapsing-remitting MS (RRMS) – tipe paling umum, ditandai oleh periode gejala yang datang dan pergi.
-
Secondary-progressive MS (SPMS) – berkembang dari RRMS dengan gejala yang semakin menetap.
-
Primary-progressive MS (PPMS) – memburuk secara perlahan sejak awal tanpa periode remisi.
Peran Fisioterapi dalam Penanganan MS
Fisioterapis akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan sejauh mana fungsi motorik dan sensorik pasien terganggu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dirancanglah program latihan individual yang terstruktur.
Beberapa intervensi fisioterapi yang umum digunakan:
-
Latihan penguatan otot dan fleksibilitas untuk menjaga kemampuan gerak.
-
Latihan keseimbangan dan koordinasi untuk mencegah risiko jatuh.
-
Latihan kardiorespirasi ringan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
-
Terapi berjalan (gait training) untuk mempertahankan kemampuan mobilitas.
-
Manajemen kelelahan dan teknik konservasi energi, seperti pacing dan postur ergonomis.
Tujuannya bukan untuk menyembuhkan MS, karena hingga kini belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan kondisi ini, namun untuk memaksimalkan fungsi fisik, mencegah komplikasi sekunder, dan menjaga kualitas hidup pasien.
“Dengan intervensi fisioterapi yang tepat, pasien bisa tetap produktif dan mandiri meski hidup dengan MS,” tambah Nur Aulia.
Kesimpulan
Multiple Sclerosis adalah penyakit kompleks yang memerlukan penanganan lintas disiplin. Fisioterapis menjadi bagian penting dalam tim medis untuk membantu pasien tetap aktif dan mengelola gejalanya secara efektif. Masyarakat perlu lebih mengenali tanda-tandanya sejak dini dan menyadari bahwa gerakan yang tepat adalah bagian dari terapi.
Melalui edukasi yang menyeluruh, harapannya stigma terhadap pasien MS berkurang dan mereka mendapatkan dukungan optimal, baik dari keluarga maupun layanan kesehatan.